Rawan Penyalahgunaan Data, Lindungi Data Pribadi di Internet

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Survei We Are Social mengungkapkan, secara global responden yang khawatir terhadap penyalahgunaan data di internet rata-rata sebesar 33,1 % secara pribadi.

Meski demikian, hanya enam negara di Asia yang memiliki persentase di atas rata-rata tersebut. Sebanyak 39,2 % responden di Singapura mengatakan khawatir soal keamanan data pribadinya di internet.

Pernyataan serupa juga dikatakan oleh 37,9% responden di Korea Selatan dan 36,7% di Israel , 35,6% di Malaysia, 34,6% di Filipina dan 34,3% di Indonesia.

“Keamanan data sangat penting untuk mencegah potensi kerugian material, mengurangi risiko penyalahgunaan data atau informasi dan memperkecil peluang tindakan kriminal,” kata Aluisius Surya Product Owner dan Co-Founder Siswamedia saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, pada Jum’at (10/9/2021).

Sebabnya ketahui cara untuk menjaga data pribadi Anda yakni dengan mengaktifkan autektifikasi 2 faktor, jangan membagikan PIN, password, dan kode OTP kepada orang lain, serta hindari untuk memasukan data ke situs atau link yang tidak dikenal.

Jangan membagikan informasi penting seperti tanggal lahir, nama lengkap, nama orangtua dan alamat. Aktifkan notifikasi email dan SMS, serta jangan lupa untuk menghapus history transaksi.

Bagi Anda yang belum mengetahui beberapa istilah baru dalam sistem pengamanan, ketahui tentang 2 factor authentification dan OTP.

Sering disebut sebagai autentifikasi 2 faktor, ini merupakan metode login yang memerlukan 2 faktor autentifikasi yang berbeda misalnya penggunaan harus memasukan beberapa informasi faktor autentifikasi lainnya untuk masuk ke akun.

Sementara OTP adalah singkatan dari One Time Password, merupakan kode verifikasi berupa angka yang digunakan sebagai autentifikasi untuk mengakses sebuah aplikasi atau transaksi.

Ketahui juga bagaimana cara menjaga PIN dan OTP yang aman, yaitu jabgan mudah percaya dengan nomor asing.

Jangan pernah berikan kode OTP yang Anda terima kepada siapa pun, pastikan rutin mengganti password dan PIN, kemudian aktif mengecek aktivitas di aplikasi dan jangan berikan akses nomor telepon.

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Di webinar kali ini, hadir pula nara sumber seperti Esa Firmansyah, Ketua RTIK Kabupaten Sumedang, Nikita Dompas, Producer & Music Director, dan Dino Hamid, Creator & Founder Famgofest & Latomochi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 84 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini



Source link

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *